Masuk sekolah pertama kali adalah momen besar bagi anak maupun orang tua. Ada rasa bangga, bahagia, tapi di sisi lain muncul juga rasa cemas dan takut apakah anak sudah siap dengan lingkungan baru. Setiap anak memiliki cara masing-masing dalam beradaptasi, namun orang tua tetap bisa membantu agar proses ini berjalan lebih nyaman dan menyenangkan. Berikut tips mempersiapkan anak ketika memasuki hari pertama sekolah.
Kenali Perasaan Anak Sejak Awal
Beri Ruang untuk Anak Menyampaikan Emosinya
Banyak anak senang dengan hal baru, tetapi tidak sedikit yang merasa takut dan khawatir. Ajak anak ngobrol santai di waktu yang tepat, misalnya sebelum tidur atau saat bermain bersama. Dengarkan apa yang ia rasakan tanpa menghakimi. Tujuannya agar anak mengetahui bahwa apa pun yang ia rasakan itu wajar.
Validasi Perasaan Anak
Kalimat sederhana seperti "Ayah dan Ibu tahu ini pertama kali kamu ke sekolah, pasti deg-degan ya" akan membuat anak merasa dipahami. Ketika anak merasa didengar, ia akan lebih percaya diri menghadapi perubahan.
Kenalkan Sekolah Sejak Dini
Ajak Anak Melihat Lingkungan Sekolah
Jika memungkinkan, kunjungi sekolah sebelum hari pertama. Biarkan anak mengenal gerbang sekolah, ruang kelas, taman bermain, toilet, dan guru. Lingkungan yang sudah tampak familiar akan mengurangi kecemasan saat benar-benar masuk.
Ceritakan Aktivitas yang Akan Dilakukan di Sekolah
Persiapan masuk sekolah tidak hanya soal perlengkapan, tetapi juga kebiasaan. Mulai biasakan anak tidur lebih awal dan bangun sesuai jadwal sekolah satu atau dua minggu sebelum masuk. Hal ini membantu tubuh anak menyesuaikan pola baru.
Kesimpulan
Hari pertama sekolah bukan hanya tentang seragam baru atau perlengkapan sekolah, tetapi tentang kesiapan mental dan emosional anak menghadapi dunia baru. Dengan mengenalkan sekolah sejak dini, melatih rutinitas, menumbuhkan kemandirian, serta memberikan dukungan emosional, anak akan lebih siap menjalani pengalaman sekolah pertamanya. Setiap anak memiliki ritme adaptasi berbeda, sehingga orang tua perlu bersabar, konsisten, dan memberikan dukungan tanpa tekanan. Ketika anak merasa aman dan didampingi, proses belajar dan berteman di sekolah akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berarti.